Hari ini aku mulai berfikir untuk menyerah kembali. Alasanya simple. Dia bukan orang yang sesuai. Pertama ada sedikit keraguan ketika aku menulis postingan ini. Tapi aku yakin ini cara terbaik untuk melampiaskan hasrat yang terpendam ketimbang marah-marah atau me-retweet dan me-reply, apalgi kirim SMS atau telpon.
Dari awal melihat nama akun Facebook, entah mengapa, sudah ada firasat buruk. Dan ada satu kalimat yang ingin aku ucapkan ketika itu, yaitu "Dia bakal jadi duri dari hubungan kita". Tapi, ya, karena sebelumnya sudah sering bermasalah dengan keakrabanya kepada orang lain, aku membiarkanya saja. Aku fikir, semoga semua memang hanya sebatas prasangka dan praduga yang tidak benar. Tapi ternyata semuanya salah. Semua salah dan dugaan ini benar.
Dia selalu bersikukuh bahwa lelaki itu menghormati aku sebagai pacarnya. Jujur, itu membuat aku muak. Menurutku, dan mungkin menurut kalian juga, seorang lelaki yang baik pasti tidak akan menembak pacar orang.
Dari awal melihat nama akun Facebook, entah mengapa, sudah ada firasat buruk. Dan ada satu kalimat yang ingin aku ucapkan ketika itu, yaitu "Dia bakal jadi duri dari hubungan kita". Tapi, ya, karena sebelumnya sudah sering bermasalah dengan keakrabanya kepada orang lain, aku membiarkanya saja. Aku fikir, semoga semua memang hanya sebatas prasangka dan praduga yang tidak benar. Tapi ternyata semuanya salah. Semua salah dan dugaan ini benar.
Dia selalu bersikukuh bahwa lelaki itu menghormati aku sebagai pacarnya. Jujur, itu membuat aku muak. Menurutku, dan mungkin menurut kalian juga, seorang lelaki yang baik pasti tidak akan menembak pacar orang.